ANAMBAS TERKINI
Benang Kusut Pengelolaan Kawasan Konservasi Laut hingga Ironi Nelayan di Anambas
DKP Kepri Cabang Anambas ungkap persoalan pengelolaan hingga pengawasan wilayah konservasi laut di Anambas yang terjadi hari ini
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Dewi Haryati
"Hanya saja kan penarikannya ke negara lalu diturunkan ke daerah. Ya kadang-kadang juga untuk daerah kita misalnya, kan belum pasti juga, bisa jadi disalurkan ke daerah lain. Ini yang mirisnya, daerah kita yang penghasil tapi pusat membagikannya secara random," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Anambas Dedi Syahputra menuturkan, adanya sisi manfaat nelayan terhadap adanya wilayah konservasi perairan.
Ia mengklaim, pihaknya mendapat keuntungan dari segi penangkapan ikan di wilayah konservasi perairan dengan bobot kapal di bawah 10 GT.
"Dalam regulasinya, kapal di atas 10 GT itu tidak boleh beroperasi di wilayah konservasi. Nah ada lagi walaupun wilayah konservasi itu melewati 12 mil. Itu juga kapal-kapal izin pusat yang melakukan penangkapan terhadap kapal ikan di atas 12 mil itu juga tidak boleh. Jadi kalau sisi keuntungannya ada karena mayoritas kan kapal nelayan kita di Anambas ini 5 GT atau di bawah 10 GT," sebutnya.
Baca juga: Ketua Komisi II DPRD Kepri Dorong Dibentuknya Pergub Kawasan Konservasi Kelautan
Di sisi lain, menurut Dedi, untuk pengoptimalan sektor kelautan dan perikanan di wilayah Anambas, masih belum mendapat perhatian penuh dari pemerintah daerah.
Padahal, dengan letak geografis Anambas yang dominan perairan, menjadi sektor penunjang ataupun penyanggah ekonomi Anambas.
Dari sektor kelautan dan perikanan ini, sedikitnya puluhan hingga miliaran dana masuk dan berputar di wilayah Anambas.
"Pemerintah daerah itu belum hadir membantu nelayan baik dari sektor tangkap, sektor pengelolaan sampai sektor pemasaran," katanya.
Ia memberi contoh, hari ini bantuan nelayan di Anambas banyak bersumber dari DAK pusat.
"Kami pun sering bertanya, APBD Anambas untuk sektor perikanan bantuan program nelayan mana? Itu makanya kami bilang tadi di sektor perikanan itu tidak dikelola dengan baik, tidak adanya program strategis Dinas Perikanan kepada nelayan," ujarnya. (TRIBUNBATAM.id/Novenri Simanjuntak)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
Jadwal Penerbangan Wings Air Rute Anambas-Batam Diwacanakan Pangkas Bulan Depan |
![]() |
---|
Warga Anambas Lega, Damkar Berhasil Buka Pintu Kamarnya yang Terkunci |
![]() |
---|
Mesjid Besar Baiturrahim Tarempa, Wisata Religi Ratusan Tahun yang Pernah Dikunjungi Mohammad Hatta |
![]() |
---|
Turnamen Olahraga Pelajar SMP se Anambas Akan Digelar, Wabup Raja Bayu Harap Lahir Bibit Atlet |
![]() |
---|
Wisata Pantai Tanjung Momong Anambas, Pesona Alam Asri dengan Lautan Bening yang Jarang Tersentuh |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.