MATA LOKAL CORNER
Dua Paslon Pilkada Batam 2024 Berlatar Belakang Melayu dan Tantangan Kebudayaan
Dosen STISIPOL Tanjungpinang mengungkap tantangan kebudayaan bagi 2 paslon Pilkada Batam 2024 berlatar belakang Melayu.
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Septyan Mulia Rohman
Menyinggung sepanjang perjalanan pembangunan Batam, upaya untuk mengaktualisasikan kebudayaan Melayu dalam program dan kegiatan telah dilakukan.
"Batam sudah mulai mencoba mengangkat dirinya atau melabel kan dirinya sebagai kebudayaan Melayu. Nah ini artinya apa sudah ada dilihat tapi kalau mau dikatakan maksimal ya belum. Itu tadi persoalannya mungkin bukan tidak mau, tapi persoalan prioritas enggak sih," kata dia.
Rendra menilai bahwa Batam belum sepenuhnya mengintegrasikan kebudayaan ke dalam kebijakan dan prioritasnya.
Namun lebih kepada aspek pengembangan bisnis dan industri.
"Kita berada di daerah perbatasan, terutama karena Batam adalah kota industri. Sehingga penting untuk mengkonkretkan kebudayaan di dalam anggaran dan visi misi, serta rencana pembangunan daerah dan pokok-pokok pikiran daerah," ungkapnya.
Baca juga: Bangsa Melayu di Pilkada Batam 2024 serta Tantangan Masyarakat Heterogen
Ia mengatakan jika ini merupakan tugas penting bagi kedua kandidat dalam Pilkada Batam 2024 nanti.
Guna memastikan bahwa kebudayaan Melayu tidak hanya menjadi simbol.
Tetapi juga bagian dari perencanaan dan pengembangan Batam. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
| Jurus Pamungkas di Debat Pilkada Batam 2024 Dibahas di Mata Lokal Corner |
|
|---|
| Efek Debat Pilkada Kepri 2024, Polemik Rempang Eco City Jadi Isu Krusial |
|
|---|
| Setelah Debat Pilkada Kepri 2024, Masihkan Dua Paslon Baper? |
|
|---|
| Akademisi UIB Suyono Saputro Sebut Pembangunan Kepri sudah On The Track |
|
|---|
| Wan El Kenz Sebut Rudi Bakal Benahi Fasilitas Kesehatan hingga Pendidikan di Kepri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1309_Rendra-Setyadiharja.jpg)