Kamis, 7 Mei 2026

NELAYAN HILANG DI NATUNA

Breaking News, 2 Nelayan Serasan Natuna Hilang di Laut saat Kapalnya Dihantam Cuaca Buruk

Dua nelayan Serasan Natuna hilang di laut usai kapal pompong yang mereka tumpangi dihantam cuaca buruk di perairan Pulau Merundung, Minggu (5/1)

Tayang:
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Dewi Haryati
(ist)
PENCARIAN - Proses pencarian dua nelayan Serasan Natuna yang hilang usai Kapal Nelayan KM. Antarega 1 alami kebocoran dan mati mesin saat dihantam cuaca buruk di Pulau Merundung. Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap dua korban 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Tragedi kembali melanda perairan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), setelah sebuah kapal pompong nelayan bernama KM Antarega 1, mengalami kerusakan mesin dan kebocoran di perairan Pulau Merundung, Minggu (5/1/2025). 

Dari tiga orang yang berada di kapal, dua di antaranya hingga saat ini masih dinyatakan hilang.

Pencarian intensif terus dilakukan oleh tim gabungan, meski cuaca ekstrem menjadi tantangan utama.  

Dari informasi yang dihimpun Tribunbatam.id, kapal tersebut berangkat dari Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat untuk menuju Pulau Serasan, Kabupaten Natuna pada pukul 04.00 WIB.

Baca juga: Pencarian Nelayan Hilang di Lingga Kepri Masuk Hari Ketiga, Tim SAR Gabungan Fokus Cari Darwis

Sekira pukul 18.00 WIB, pompong dilaporkan hilang kontak di perairan sekitar pulau tak berpenghuni di Pulau Merundung.

"Di tengah perjalanan, kapal yang membawa tiga orang ini dihantam cuaca buruk. Mesin mati dan kapal mengalami kebocoran," ujar Kepala KPP Sar Natuna, Abdul Rahman kepada Tribunbatam.id, Senin (6/1/2025).

Dalam kepanikan itu, dua korban atas nama Agel (20) dan Nugi Aldi (18) melompat ke laut. Sementara itu, Rio (38) bertahan di atas kapal yang kemudian terdampar di Pulau Merundung.

"Kami melakukan persiapan pukul 06.30 WIB untuk memulai pencarian, dan kapal pompong beserta satu ABK telah ditemukan pagi tadi, dalam kondisi selamat setelah sempat dikabarkan hilang kontak, namun untuk dua orang lainnya dalam proses pencarian," ujar Rahman.

Kejadian ini dilaporkan oleh keluarga korban, hingga Tim Basarnas Natuna langsung bergerak ke lokasi terakhir kapal di koordinat 02° 4.628’N, 109° 7.363’E, sekitar 30 mil laut dari Serasan.  

Hingga saat ini, pencarian korban hilang terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan masyarakat setempat. 

“Gelombang mencapai 2,5 meter dengan angin berkecepatan hingga 15 knot. Kondisi ini menyulitkan pencarian, tetapi kami tetap berusaha maksimal untuk menemukan kedua korban,” ucap Rahman. 

Basarnas telah mengerahkan satu unit RIB 03 Serasan, dan beberapa perahu tradisional milik masyarakat, dengan harapan  kedua korban yang masih dalam proses pencarian bisa ditemukan dalam keadaan selamat.

Baca juga: Asmawi Nelayan Natuna yang Dilaporkan Hilang Ditemukan Selamat, Kondisinya Lemah

"Kami juga telah berkordinasi dengan pihak Basarnas Pontianak, untuk mempercepat proses pencarian, karena arah angin juga mengarah kesana," katanya.

Lebih lanjut, Rahman turut mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan, untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem.  

“Kami menghimbau para nelayan untuk tidak memaksakan diri melaut jika kondisi cuaca tidak mendukung seperti sekarang ini. Utamakan keselamatan dan selalu pantau informasi cuaca dari BMKG,” imbaunya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved