KASUS ASUSILA DI NATUNA

Kasus Asusila di Natuna, UPTD PPA Natuna Tangani 4 Kasus Melibatkan Anak Sejak Awal 2025

Sepanjang Januari hingga April 2025, tercatat sebanyak enam orang anak di bawah umur terlibat dalam kasus tindak pidana di wilayah Kabupaten Natuna

TribunBatam.id/Birri Fikrudin
KASUS ASUSILA DI NATUNA - Kepala UPTD PPA Kabupaten Natuna, Melda Irawati bicara soal data kasus kekerasan terhadap anak di Natuna di awal tahun 2025. Foto diambil saat ditemui di ruang kerjanya baru-baru ini. 

TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Kasus asusila di Natuna menyita perhatian, terlebih dengan ungkap kasus Polres Natuna.

Kasus asusila di Natuna tersebut satu di antaranya menjerat seorang siswi SMP.

Data Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Natuna mencatat setidaknya 6 anak di bawah umur, di antaranya terlibat dalam kasus asusila.

Ini merupakan data sejak Januari hingga April 2025.

"Untuk anak di bawah umur yang terlibat dalam ranah tindak pidana tercatat sebanyak enam kasus, dari Januari sampai April 2025," ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Natuna, Melda Irawati kepada TribunBatam.id, Jum'at (9/5/2025).

Baca juga: Siswi SMP di Natuna Terlibat Kasus Asusila, UPTD PPA Pastikan Dapat Perlindungan Maksimal

Melda menjelaskan, dari enam kasus tersebut, empat di antaranya merupakan kasus kekerasan seksual atau asusila, yang melibatkan anak sebagai korban. 

Sejumlah kasus tersebut tersebar di beberapa kecamatan di Natuna.

Sementara dua kasus lainnya merupakan anak yang berhadapan dengan hukum, yaitu sebagai saksi.

"Setiap laporan yang masuk harus kita proses sesuai dengan tupoksi, dan kami siap melayani," katanya.

Ia juga menyebut, bahwa pihaknya memberikan pendampingan menyeluruh kepada korban, mulai dari pendampingan sosial, psikologis, hingga hukum.

"Sejauh ini, setiap ada kasus anak di bawah umur, Polres Natuna selalu merujuk ke kami untuk dilakukan pendampingan terhadap korban kekerasan atau anak yang terlibat hukum," tambahnya.

Baca juga: Gadis 16 Tahun Jadi Pelampiasan Nafsu Pria di Natuna, Seminggu 13 Kali Dicabuli di Rumahnya

Khawatir akan bertambahnya kasus di kemudian hari, Melda turut menyoroti pentingnya peran orang tua dalam pengawasan anak.

Terutama di tengah era digital dan pergaulan yang semakin terbuka.

Ditambah lagi angka kasus kekerasan terhadap anak di Natuna setiap tahun kerap mengalami peningkatan.

"Angka ini harus menjadi pelajaran penting. Orang tua harus lebih intensif mengawasi pergaulan dan aktivitas anak, terutama yang berkaitan dengan hubungan sosial, pergaulannya, dan penggunaan gadget," tutupnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved