Kamis, 9 April 2026

Sekolah Daring Terlalu Lama Ancam Pendidikan Anak, Peran Sekolah Dikritisi, Risiko Pernikahan Dini

Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan kelangsungan belajar mengajar yang tidak dilakukan di sekolah berpotensi menimbulkan ancaman putus sekolah

kompas.com
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Ia mengatakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berdampak negatif pada anak atau siswa 

Editor: Azmi S

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Belajar dengan sistem jarang jauh yang diterapkan hampir semua sekolah di seluruh Indonesia mengancam pendidikan di Indonesia.

Para anak yang sebelum ada pandemi Covid-19, setiap pagi belajar di sekolah kini terpaksa berada di rumah.

Tak sedikit dari pelajar saat ini akhirnya membantu ekonomi keluarga dengan cara bekerja maupun berjualan.

Alhasil ancaman putus sekolah menghantui para pelajar di masa pandemi Covid-19.

MIRIS, 40 Mahasiswa Terpaksa Mundur Tak Mampu Bayar UKT, Mendikbud Nadiem Dilaporkan ke Komnas HAM

Ekonomi Merosot karena Corona Mahasiswa Tuntut Keringanan Uang Kuliah Adukan Mendikbud ke Komnas HAM

Karena 3 Pertimbangan Ini Muhammadiyah Mundur dari Organisasi Penggerak Kemendikbud

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim pun mengaku Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berdampak negatif berkepanjangan pada anak atau siswa.

Nadiem menegaskan pandemi yang berkepanjangan mengancam rusaknya masa depan anak secara permanen.

Belajar mengajar yang tidak dilakukan di sekolah ia sebut berpotensi menimbulkan ancaman putus sekolah. 

Sebab anak terpaksa harus bekerja.

Ini dilakukan untuk membantu keuangan keluarganya di tengah terjadinya krisis pandemi virus corona atau Covid-19.

Mendikbud Nadiem Makarim
Mendikbud Nadiem Makarim (itech.id)

"PJJ akhirnya tak optimal karena anak terancam putus sekolah.

Ancaman putus sekolah ini riil bisa berdampak seumur hidup," kata Nadiem di Jakarta pada Jumat (7/8/2020).

Terkait hal tersebut, lanjut Nadiem, persepsi orangtua juga berganti karena mereka tidak bisa melihat peran sekolah dalam proses belajar mengajar apabila proses pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka.

Dampak negatif yang kedua, berpotensi menurunkan capaian belajar.

Hal itu disebabkan karena kesenjangan akses dan kualitas selama pembelajaran jarak jauh.

PETAKA Belajar Daring untuk KELUARGA MISKIN, Tak Mampu Beli Kuota Internet: Katanya Ada Bantuan

SISWA Batam Belajar Daring, Kini Guru Jadi Youtuber Orangtua Jadi Guru

KENALKAN NAMANYA Anatasya, Jual Tisu untuk Beli Kuota Internet, Pinjan Ponsel untuk Belajar Daring

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved