Hidup di Batam Tak Mudah Kawan, Perantau Sambung Nyawa Hidup di Tepi Kali

Sejak dulu Batam dikenal sebagai kota industri yang dipercaya banyak orang membutuhkan pekerja dan mudah mencari kerja, tapi benarkah demikian?

dok. ATB
Hidup di Batam Tak Mudah Kawan, Perantau Sambung Nyawa Hidup di Tepi Kali. Foto Sei Jodoh yang menjadi pusat perdagangan awal Kota Batam tahun 70-an 

Salah seorang warga setempat sedang mengikat dan merapikan kardus miliknya.

Suasana Taman Mini Indonesia di Batam Golden City Bengkong, Kota Batam, Provinsi Kepri, Minggu (27/12/2020).
Suasana Taman Mini Indonesia di Batam Golden City Bengkong, Kota Batam, Provinsi Kepri, Minggu (27/12/2020). (TribunBatam.id/Muhammad Ilham)

Sukses Perantau di Kota Batam

Aismansyah merupakan satu di antaranya sekian banyak perantau yang sukses selama berada di Batam.

Pria berusia 66 tahun asal Pandeglang, Banten ini sudah asam garam mengecap kerasnya hidup.

Sejak 1984, ia memberanikan diri merantau ke Batam.

Baca juga: Di Tengah Cuaca Ekstrim, Perantau Nekat Datangi Batam Naik KM Umsini, Ingin Mengadu Nasib

Baca juga: Kisah Sukses Perantau di Batam Aismansyah, Kuliahkan Dua Anak dari Usaha Warung Makan

Baca juga: Perantau Datang Lagi ke Batam, Tiba di Pelabuhan Batu Ampar, Pilih Kapal Pelni

Sejak umur 7 tahun, bapak tiga anak ini sudah tinggal sebatang kara.

Usaha warung makan dirintisnya sejak 2016, mampu membawa kedua anaknya mengenyam perguruan tinggi.

Kisah Sukses Perantau di Batam Aismansyah, Kuliahkan 2 Anak dari Usaha Warung Makan. Foto Aismansyah perantau asal Pandeglang Banten, Jumat (8/1/2021).
Kisah Sukses Perantau di Batam Aismansyah, Kuliahkan 2 Anak dari Usaha Warung Makan. Foto Aismansyah perantau asal Pandeglang Banten, Jumat (8/1/2021). (TribunBatam.id/Muhammad Ilham)

Ibunya meninggal saat berumur 6 tahun sedangkan ayahnya meninggal saat ia berusia 7 tahun.

Hidup sebatang kara membuat Aismansyah tidak pernah menempuh dunia pendidikan.

Sebelum merantau ke Batam, Aisman sempat bekerja di negeri jiran Malaysia.

Baca juga: Kisah Rahayu Perantau Asal Yogyakarta, Bertahan Hidup Jadi PKL di Batam

Baca juga: Kisah Perantau Cari Kerja di Batam hingga Pilih Balik ke Medan, Mungkin Saya Tak ke Batam Lagi

Baca juga: Lima Berita Populer Batam, Perantau Mulai Tinggalkan Batam, Hingga Predator Anak Beraksi di Batam

Di sana apa pun pekerjaan ia ambil selagi halal.

Sebut saja pekerjaan kasar mulai dari tukang bangunan, petani sawit sampai pekerja di restoran pernah ia lakoni.

"Pokoknya campur sarilah," ujarnya sambil tersenyum saat ditemui, Jumat (8/1/2021).

Kerasnya Hidup di Batam, Perantau Tinggal di Tepi Kali Pusat Kota Demi Bertahan Hidup. Foto bangunan semi permanen di tepi kali di Sei Jodoh, Kota Batam, Provinsi Kepri, Kamis (21/1/2021).
Kerasnya Hidup di Batam, Perantau Tinggal di Tepi Kali Pusat Kota Demi Bertahan Hidup. Foto bangunan semi permanen di tepi kali di Sei Jodoh, Kota Batam, Provinsi Kepri, Kamis (21/1/2021). (TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng)

Di Batam, ia pernah bekerja di peternakan katak di lahan seluas 43 hektare di Batuaji.

Katak milik bosnya itu akan diekspor ke Hongkong, Taiwan, Amerika dan China.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved