Hidup di Batam Tak Mudah Kawan, Perantau Sambung Nyawa Hidup di Tepi Kali

Sejak dulu Batam dikenal sebagai kota industri yang dipercaya banyak orang membutuhkan pekerja dan mudah mencari kerja, tapi benarkah demikian?

dok. ATB
Hidup di Batam Tak Mudah Kawan, Perantau Sambung Nyawa Hidup di Tepi Kali. Foto Sei Jodoh yang menjadi pusat perdagangan awal Kota Batam tahun 70-an 

"Katak itu dijual dagingnya," sebutnya

Sayang, setelah 2 tahun bekerja ia terpaksa berhenti.

Baca juga: Perantau Mulai Tinggalkan Batam, Pilih Balik Habis: Batam Tak Seperti Dulu Lagi

Baca juga: KKSS: Perantau asal Sulawesi Selatan Diimbau Tak Mudik Lebaran

Baca juga: Cerita Haru Perantau Minang di Batam, Terus Berjuang Demi Hidup di Tengah Pandemi Corona

Itu karena perusahaan tempat ia bekerja sudah tak lagi meraup untung dan tak mampu menggaji karyawan.

Aimansyah kini membuka warung makan di Tanjung Pantun Sungai Jodoh, Batam.

Ia mengaku mulai merintis dengan membuka warung sejak tahun 2016 silam.

Omzet yang ia hasilkan dari pekerjaannya saat ini mencapai Rp 1 sampai 1,2 juta per hari.

Batam Magnet Bagi Perantau, Naik KM Umsini, Modal Nekat Pergi saat Cuaca Ekstrem. Foto penumpang KM Umsini Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kamis, (14/1/2021) sore.
Batam Magnet Bagi Perantau, Naik KM Umsini, Modal Nekat Pergi saat Cuaca Ekstrem. Foto penumpang KM Umsini Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kamis, (14/1/2021) sore. (TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng)

Dengan penghasilan itu ia mengaku cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup seorang istri dan tiga anaknya.

Anak pertama Aismansyah kini kuliah di Universitas Internasional Batam (UIB).

Anak keduanya baru mau berangkat kuliah ke Malang.

Sementara anaknya yang bungsu berada di pesantren yang ada di Batuaji.

Baca juga: Populasi Singapura Turun Menjadi 5,69 Juta Akibat Covid-19, Lebih Banyak Perantau Pulang

Baca juga: Dulu Dibangun oleh Perantau India, Inilah Sejarah dan Keunikan Masjid Agung Al Hikmah Tanjungpinang

Ia hanya berharap kepada anak-anaknya agar bisa melebihi dirinya.

"Sang kakak kini sudah semester akhir di UIB, mudah-mudahan dia cepat lulus dan sukses dalam pendidikannya.

Mudah-mudahanlah mereka semua sukses,

dan bisa melebihi saya yang tidak sekolah ini.

Perantau Datang Lagi ke Batam, Tiba di Pelabuhan Batu Ampar, Pilih Kapal Pelni. Foto aktivitas di Pelabuhan Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepri, Kamis (7/1/2021).
Perantau Datang Lagi ke Batam, Tiba di Pelabuhan Batu Ampar, Pilih Kapal Pelni. Foto aktivitas di Pelabuhan Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepri, Kamis (7/1/2021). (TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng)

Harapan saya sama adiknya yang di pondok itu, nantinya bisa jadi seorang Kiai," harapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved