Kamis, 28 Mei 2026

Termakan HOAKS, Warga Lari dan Sembunyi di Hutan Takut Divaksin Covid-19

Informasi yang salah membuat warga ketakutan saat divaksin Covid-19 yang akhirnya mereka nekat ramai-ramai lari dan bersembuyi di dalam hutan

Tayang:
Serambi News/ist
Termakan Hoaks, Warga Lari dan Sembunyi di Hutan Takut Divaksin Covid-19. Foto ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id - Termakan Hoaks, Warga Lari dan Sembunyi di Hutan Takut Divaksin Covid-19.

Diduga karena mendapatkan informasi hoaks soal vaksin virus corona membuat warga takut.

Ketakutan warga divaksin Covid-19 membuat mereka lari dan bersembuyi ke hutan.

Kejadian ini berlangsung di Dusun II Batu Putih, Desa Alila Timur, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga: Presiden Jokowi Keluarkan Aturan Vaksin, Warga yang Menolak Tak Dapat Bantuan Hingga Sanksi Pidana

Baca juga: Perpres Baru Jokowi, Tak Ikut Vaksin Covid-19, Siap-siap Tak Dapat Bansos hingga Denda

Suasana saat Bupati Bintan, Apri Sujadi kembali menjalani suntik vaksin corona Sinovac dosis kedua hari ini, Jumat (29/1/2021).
Suasana saat Bupati Bintan, Apri Sujadi kembali menjalani suntik vaksin corona Sinovac dosis kedua hari ini, Jumat (29/1/2021). (tribunbatam.id/istimewa)

Kini, setelah pelan-pelan mendapat edukasi sejumlah warga yang sempat sembunyi di hutan mulai kembali ke rumah.

Kapolres Alor AKBP Agustinus Christmas mengatakan,

masih ada sejumlah warga yang bertahan karena ingin menjaga kebun mereka yang berada di dekat hutan.

"Warga yang masih di kebun itu, mereka lagi jaga kebun,

karena sebentar lagi musim panen jagung," ungkap Agustinus, Jumat (19/2/2021).

Baca juga: Taiwan Menuduh China Hambat Pembelian Vaksin Covid-19 BioNTech

Baca juga: Vaksinasi Mandiri Bidik 2 Juta Karyawan, Gunakan Vaksin yang Berbeda dari Vaksin Gratis Pemerintah

Kapolres Alor AKBP Agustinus Christmas, saat bertemu aparat pemerintahan Desa Alila Timur, Ketua RT dan Kepala Dusun 2
Kapolres Alor AKBP Agustinus Christmas, saat bertemu aparat pemerintahan Desa Alila Timur, Ketua RT dan Kepala Dusun 2 (DOK POLRES ALOR)

Menurut Agustinus, warga kembali ke rumah setelah mendapat penjelasan dari polisi dan TNI yang bertugas di wilayah itu.

"TNI dan Polri, kita sinergi untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat agar jangan mudah termakan informasi hoaks yang disebar melalui media sosial," kata dia.

Agustinus berharap, masyarakat yang membaca informasi tak pasti bisa bertanya kepada Bhabinkamtibmas, Babinsa, atau pemerintah desa setempat.

Baca juga: AJAK Warga Perangi Covid-19 Agar Pintu Luar Negeri Dibuka, Rudi : Tak Usah Tunggu Vaksin! 

Rudy Chua saat menjalani vaksinasi covid-19
Rudy Chua saat menjalani vaksinasi covid-19 (TRIBUNBATAM.id/MOMENTUM JALINAN SIMANJUTAK)

Baca juga: Vaksinasi Corona di Anambas Sentuh Sejumlah Kelompok Ini, Cakupannya Kian Luas

Baca juga: 387 Nakes RSUD Tanjungpinang Dapat Vaksin Corona, Tetap Kawal Protokol Kesehatan

Masyarakat juga diminta tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencega penyebaran Covid-19.

Ruang instalasi laboratorium RSUP Kariadi Semarang.
Ruang instalasi laboratorium RSUP Kariadi Semarang. (KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA)

"Disiplin protokol kesehatan bukan hanya supaya terhindar dari operasi atau sanksi,

namun sebagai kebutuhan kita untuk sehat," kata Agustinus.

Agustinus pun meminta warga setempat menggiatkan kembali budaya gotong royong,

sebagai ciri khas masyarakat Indonesia untuk menghadapi pandemi ini.

Baca juga: Hampir Semua Nakes di Karimun Sudah Disuntik Vaksin Corona

Baca juga: Muncul Perpres Baru Jokowi, Gawat Para Penolak Vaksin dan Ribka Tjiptaning Dibayangi Ancaman Penjara

"Dengan bersinergi, kita pasti bisa lewati pandemi ini," ujar dia.

3.854 tenaga kesehatan dari total 5.980 tenaga kesehatan di Kepri telah menjalani vaksinasi covid-19 dosis kedua. Sisanya batal divaksin. 
3.854 tenaga kesehatan dari total 5.980 tenaga kesehatan di Kepri telah menjalani vaksinasi covid-19 dosis kedua. Sisanya batal divaksin.  (TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING)

Sebelumnya, sejumlah warga yang bermukim di Dusun II Batu Putih, Desa Alila Timur, Kecamatan Kabola,

Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), bersembunyi di hutan karena takut divaksin Covid-19.

Menurut Agustinus, warga bersembunyi di hutan karena mendapat informasi hoaks tentang vaksin Covid-19. Warga pun panik dan ketakutan.

"Mereka sembunyi di hutan karena banyak membaca berita-berita di media sosial dan informasi lainnya sehingga mereka takut," ungkap Agustinus, Rabu (17/2/2021).

Baca juga: Aturan Baru, Ibu Menyusui, Komorbid hingga Penyintas Covid-19 Bisa Divaksinasi Corona

VIRUS NIPAH - Sudah 23 tahun tapi belum ada vaksin, ini gejala dan penularan virus Nipah yang mematikan. FOTO: ILUSTRASI
VIRUS NIPAH - Sudah 23 tahun tapi belum ada vaksin, ini gejala dan penularan virus Nipah yang mematikan. FOTO: ILUSTRASI (IST)

Baca juga: Ngeri, Puluhan Warga China Kedapatan Produksi Vaksin Palsu, Cuan Rp 39 Miliar

Baca juga: Vaksinasi Corona di Lingga Sudah 92 Persen, Targetkan 960 Warga Dapat Vaksin

.

.

.

Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Warga yang Sembunyi di Hutan karena Takut Disuntik Vaksin Covid-19 Mulai Kembali ke Rumah

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved