KESEHATAN
Termasuk Telur dan Bayam, Inilah 9 Makanan Otak Terbaik untuk Anak
Penelitian telah menunjukkan nutrisi dan makanan tertentu mendukung perkembangan otak dan bermanfaat bagi fungsi kognitif sepanjang masa kanak-kanak
Senyawa ini memiliki sifat anti-inflamasi dan pelindung otak, dan penelitian telah menunjukkan bahwa mereka dapat bermanfaat bagi kesehatan otak.
Flavonoid kakao meningkatkan aliran darah ke otak dan meningkatkan pemrosesan visual.
Penelitian telah menunjukkan bahwa mereka meningkatkan kinerja pada tugas kognitif tertentu pada orang dewasa.
Terlebih lagi, mengonsumsi kakao dapat meningkatkan kinerja kognitif pada orang yang lebih muda.
Satu ulasan dari 11 penelitian menemukan bahwa asupan kakao jangka pendek dan jangka panjang bermanfaat bagi kinerja kognitif pada anak-anak dan dewasa muda.
Para peneliti menyarankan bahwa konsumsi kakao dapat menyebabkan kinerja kognitif yang lebih baik dalam tugas-tugas yang berkaitan dengan pembelajaran verbal dan memori.
Namun, para ilmuwan perlu melakukan penelitian lebih lanjut tentang ini.
Baca juga: 4 Panduan Belanja Bahan Makanan Sehat untuk Stok Mingguan
Baca juga: Penderita Diabetes Boleh Mengonsumsi 5 Camilan Sehat Ini, Apa Saja?
6. Jeruk
Jeruk adalah buah jeruk yang populer dan favorit anak-anak berkat rasanya yang manis.
Menambahkan jeruk ke makanan anak dapat meningkatkan kesehatan mereka secara keseluruhan, termasuk kesehatan kognitif.
Jeruk kaya flavonoid, termasuk hesperidin dan narirutin, dan jus jeruk adalah salah satu sumber flavonoid yang paling umum dikonsumsi.
Studi menunjukkan bahwa makan makanan dan minuman kaya flavonoid seperti jeruk dan jus jeruk membantu meningkatkan aktivitas saraf dan aliran darah ke otak, yang dapat meningkatkan fungsi kognitif.
Jeruk juga dikemas dengan vitamin C, nutrisi yang penting untuk kesehatan otak.
Vitamin C diperlukan untuk perkembangan otak yang tepat, produksi neurotransmitter, dan banyak lagi.
Studi pada orang dewasa menunjukkan bahwa memiliki kadar vitamin C dalam darah yang optimal dikaitkan dengan kinerja yang lebih baik pada tugas-tugas yang melibatkan fokus, memori kerja, perhatian, ingatan, kecepatan keputusan, dan pengakuan, dibandingkan dengan kekurangan vitamin C.
7. Yoghurt
Menawarkan yogurt tanpa pemanis kepada anak untuk sarapan atau makanan ringan yang mengandung protein adalah cara terbaik untuk mendukung kesehatan otak mereka.
Produk susu seperti yogurt adalah sumber yodium yang baik, nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk perkembangan otak dan fungsi kognitif.
Studi menunjukkan bahwa anak-anak yang tidak mengonsumsi cukup yodium lebih cenderung mengalami gangguan kognitif daripada anak-anak dengan diet yang cukup yodium.
Penting untuk dicatat bahwa kekurangan yodium lebih sering terjadi pada wanita hamil dan anak-anak, terutama di daerah miskin.
Selain menjadi sumber yodium yang baik, yogurt sarat dengan banyak nutrisi lain yang penting untuk perkembangan dan fungsi otak, termasuk protein, seng, B12, dan selenium.
Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa sarapan penting untuk fungsi otak anak.
Makanan teratur yang memberikan energi terus menerus lebih penting bagi anak-anak daripada orang dewasa karena otak anak-anak memiliki permintaan glukosa yang lebih tinggi.
Ini berarti anak-anak perlu mengisi bahan bakar di pagi hari dengan sarapan seimbang untuk mendukung tingkat energi dan fungsi otak.
Oleh karena itu, menyiapkan sarapan padat nutrisi yang mengandung makanan yang bermanfaat bagi otak adalah cara terbaik untuk mendukung kesehatan otak anak.
Pertimbangkan untuk menyajikannya yogurt tanpa pemanis dengan buah beri, granola buatan sendiri, biji kakao, dan biji labu.
Baca juga: 15 Bahan Pokok Sehat Ini Harus Selalu Ada di Dapur Anda
Baca juga: TIPS Sehat Mengonsumsi Daging Sapi dan Kambing agar Tidak Terkena Kolesterol
8. Makanan Kaya Zat Besi
Kekurangan zat besi umum terjadi di seluruh dunia dan sangat umum terjadi pada anak-anak.
Status zat besi yang rendah dapat berdampak negatif pada perkembangan kognitif dan kinerja akademik pada anak-anak.
Kekurangan zat besi juga telah dikaitkan dengan attention deficit hyperactivity disorder.
Anak-anak di bawah usia 7 tahun dianggap paling berisiko mengalami kekurangan zat besi.
Untuk membantu mencegah kekurangan zat besi, pastikan makanan anak Anda mengandung makanan kaya zat besi.
Makanan mengandung zat besi seperti daging merah, unggas, makanan laut, kacang-kacangan dan sayur bayam.
Menambahkan sumber vitamin C ke makanan kaya zat besi dapat membantu meningkatkan penyerapan.
Misalnya, Anda bisa menambahkan jus lemon ke salad bayam.
9. Kacang-kacangan dan Biji-bijian
Kacang-kacangan dan biji-bijian sangat bergizi dan mengandung banyak nutrisi dalam konsentrasi tinggi yang terkait dengan peningkatan fungsi kognitif.
Penelitian menunjukkan bahwa makan kacang dapat membantu meningkatkan kualitas diet anak-anak dan meningkatkan asupan nutrisi penting, seperti lemak sehat, protein, dan serat.
Sebuah penelitian pada 317 anak menemukan bahwa makan kacang terkait dengan peningkatan dalam tes yang disebut tes modalitas digit simbol (SDMT).
SDMT melibatkan pencocokan angka dengan angka geometris dalam periode 90 detik.
Para ilmuwan menggunakan tes ini untuk mengukur fungsi otak.
Studi telah menemukan bahwa konsumsi kacang juga dikaitkan dengan peningkatan dalam aspek tertentu dari kinerja kognitif pada mahasiswa usia kuliah.
Plus, kacang-kacangan, biji-bijian, dan mentega kacang dan biji-bijian adalah makanan serbaguna dan ramah anak yang dapat membantu meningkatkan kualitas nutrisi makanan dan camilan.
Baca juga: Tetap Sehat Usia 60 Tahun, Lakukan 6 Kebiasaan Ini
Baca juga: INI 4 Jenis Sarapan Pagi yang Sehat dan Tidak Bikin Perut Buncit Rekomendasi Ahli Nutrisi
.
.
.
(TRIBUNBATAM.id/ Irfan Azmi Silalahi)