Breaking News:

KARIMUN TERKINI

Korupsi PDAM Tirta Karimun, Kejari Karimun Pikir-Pikir Vonis PN Tanjungpinang

Majelis hakim PN Tanjungpinang memvonis dua terdakwa korupsi PDAM Tirta Karimun 5 tahun 6 bulan penjara.

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Yeni Hartati
Kedua terdakwa korupsi PDAM Tirta Karimun saat digiring ke rumah tahanan beberapa waktu lalu. 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Kejaksaan Negeri Karimun menyatakan pikir-pikir atas vonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Ini terkait vonis dua terdakwa kasus korupsi PDAM Tirta Karimun yang menyeret mantan Dirut Indra Santo dan Kepala Bagian Keuangan Joni Setiawan.

Dalam sidang yang digelar Agustus 2021 lalu, Majelis Hakim PN Tanjungpinang memvonis keduanya selama 5 tahun 6 bulan penjara.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa sebelumnya yakni 8 delapan tahun kurungan penjara.

Selain itu, terdakwa Joni Setiawan juga diminta untuk mengembalikan uang pengganti sebesar Rp 600 juta.

Baca juga: Sidang Korupsi PDAM Tirta Karimun, Terdakwa Sebut Aliran Dana ke DPRD Karimun

Baca juga: Kejari Karimun Didemo Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Karimun, Ini Tuntutannya

Indra Santo juga diminta membayarkan uang pengganti sebesar Rp 1 miliar.

Berdasarkan hasil perhitungan Inspektorat, total kerugian Negara yang ditimbulkan atas korupsi dana retribusi mencapai Rp 4,9 miliar.

Diketahui kasus korupsi ini bergulir sejak awal Juli 2020 lalu.

Indra Santo dan Joni Setiawan ditetapkan tersangka atas perkara rasuah tersebut.

Keduanya ditahan sejak 16 Desember 2020 lalu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved