Polres Bintan Bekuk 8 Tersangka Kasus Karhutla di Bintan, Begini Kata Kapolres Bintan

Polres Bintan bekuk delapan tersangka Karhutla di wilayah hukumnya. Begini pesan Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang kepada tersangka.

Polres Bintan Bekuk 8 Tersangka Kasus Karhutla di Bintan, Begini Kata Kapolres Bintan
TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora
Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang bertemu dengan para tersangka kasus Karhutla di wilayah Bintan dalam ekspose di Kantor Polres Bintan, Selasa (27/8/2019). 
TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Bintan mengamankan delapan tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Bintan, Selasa (27/8/2019).
Ketika digiring menuju ruangan ekspose Polres Bintan, para tersangka hanya bisa tertunduk diam saat pewarta menanyakan beberapa pertanyaan.
Delapan tersangka tersebut diamankan dari delapan lokasi yang berbeda.
Sejumlah tersangka mengaku membakar hutan dan lahan hanya  untuk membuka lahan baru perkebunan, baik lahan milik sendiri maupun milik perusahaan.
Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Bintan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Boy Herlambang mengatakan para tersangka membakar hutan dan lahan untuk membuka lahan baru.
Ada juga beberapa tersangka yang mengaku tidak sengaja membakar hutan dan lahan.
Sebab, pada saat itu tersangka sedang membakar sisa-sisa sampah lahan yang dibersihkan. 
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengakibatkan wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, dilanda kabut asap, Rabu (6/3/2019).
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengakibatkan wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, dilanda kabut asap, Rabu (6/3/2019). (KOMPAS.com/IDON TANJUNG)
"Namun walaupun demikian dari penyelidikan yang dilakukan, tersangka tetap diamankan dan diduga ada unsur kesengajaan," ucap Boy.
Boy menjelaskan, delapan tersangka diamankan dari beberapa lokasi kebakaran.
Misalnya, ada dua kasus ditangani oleh Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Bintan, dua kasus lagi ditangani oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Bintan Timur, satu kasus ditangani Polsek Gunung Kijang dan tiga kasus ditangani Polsek Bintan Utara.
"Jadi sepanjang tahun 2019, kasus kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukum Polres Bintan, sudahada delapan orang sudah diamankan," tutur Boy.
Boy juga menerangkan, dari delapan tersangka, ada dua kasus sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri Bintan dan enam kasus masih berada dalam proses penyidikan.
"Sudah dua kasus sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh kejaksaan," tegas Boy.
Dia juga menyampaikan, untuk luas lahan secara keseluruhan yang terbakar mencapai puluhan hektar dari belasan kasus Karhutla. 
Ada sebagian kasus kebakaran terjadi karena faktor angin dan cuaca panas.
Hilarius, satu dari tiga terduga pembakar hutan di wilayah Bintan.
Hilarius, satu dari tiga terduga pembakar hutan di wilayah Bintan. (TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora)
Dari belasan kasus Karhutla selama Juli sampai Agustus 2019, ada enam lokasi berhasil diungkap pelakunya.
"Kalau jumlah kasus sudah mencapai mencapai 18 kasus selama Juli hingga Agustus tahun ini.
Kita sudah tetapkan sebanyak enam tersangka.
Untuk dua tersangka lainnya, itu terjadi Karhutla pada Juni 2019 lalu," sebut Boy.
Mateus Bunda, satu dari tiga terduga pembakar hutan di wilayah Bintan.
Mateus Bunda, satu dari tiga terduga pembakar hutan di wilayah Bintan. (TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora)
Saat ekspose berlangsung, Boy juga menanyakan kepada seorang tersangka alasannya membakar hutan dan lahan.
Tersangka berinisial Horas itu menyebutkan dirinya awalnya hanya membakar tumpukan sampah lahan yang dibersihkannya.
Namun, api itupun merambat ke lahan di sebelahnya sehingga kebakaran tidak bisa dihindari lagi.
"Saya awalnya hanya membakar sampah lahan yang saya bersihkan, Pak.
Tapi tak tahunya api merambat ke lahan hutan di sebelah lahan yang saya bersihkan," tutur Horas kepada Kapolres Bintan itu.
Pada kesempatan itu, Boy berharap kepada masyarakat agar tidak membakar sampah atau lahan untuk kepentingan pribadi, apalagi kepentingan untuk membuka lahan perkebunan. 
Sebab, barangsiapa dengan sengaja membakar lahan dan hutan akan dijerat kasus Karhutla dan dipidanakan.
"Jadi kepada masyarakat menjauhi aksi bakar hutan dan lahan untuk membuka perkebunan.
Karena sudah ada contohnya ada delapan tersangka yang kita amankan," tegas Kapolres Bintan. (TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora)
Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved