TOPIK
Siswi SMA di Batam Hilang
-
Akun facebook alm Dian Milenia Trisna Afiefa alias Nia pun ramai ucapan doa dan Alfatihah.
-
Wardiaman tampak serius mendengar kata demi kata yang dialamatkan untuknya.
-
"Ya Allah...Ya Tuhan. Itu manusia keji. Aku nggak mau." Kalimat ratapan itu terdengar usai sidang pembunuhan Dian Milenia Afiefa (16) alias Nia.
-
Dia juga mempertanyakan kesesuaian waktu. Apakah antara korban dan terdakwa memang bertemu atau tidak. Hal itu tidak dibuktikan di persidangan.
-
Dibilang kecewa atau tidak kecewa, pihak ibunya memang belum bisa menerima putusan itu
-
Ya Allah. Ya Tuhan. Lailaha illallah. Itu manusia keji. Aku nggak mau," kata Isnah berulang-ulang dengan suara parau
-
Dari hasil pemeriksaan, terdapat kombinasi darah yang sesuai antara korban Dian Milenia Trisna Afifa dan terdakwa Wardiaman Zebua
-
Setelah berkonsultasi dengan tim penasihat hukumnya, hingga akhir persidangan, Wardiaman tetap membela dirinya tidak bersalah.
-
Kami lihat waktu sudah terlalu sore, tidak mungkin juga dipaksakan penyelesaian amarnya
-
Selama sidang dalam perkara yang dituduhkan, istri, keluarga dan saudara saya alami stres berat dan malu.
-
Bob Vages, ayah almarhum Dian Milenia Trisna Afifa alias Nia, tiba-tiba memukul wajah terdakwa Wardiaman Zebua alias Ardin saat digiring petugas.
-
"Karena satu kampung, kita peduli dengan kondisi saudara kita, walaupun saya belum pernah bertemu terdakwa," ujarnya
-
Ia mengaku terpaksa mengakui perbuatan yang dituduhkan penyidik, membunuh Nia
-
Dalam kesaksiannya, Pariadi mengakui dirinya diperintahkan atasannya untuk menganalisa hasil atau rekam jejak sinyal handphone (Hp) terdakwa
-
Kedua saksi berhalang hadir pertama saksi ahli dari Operator Telkomsel dan satunya lagi saksi fakta yang mengaku pernah menerima telepon Wardiaman."
-
Saat itu saksi bertugas di panit 3 Jatanras Polda Kepri
-
Wardiaman Zebua (WZ), terdakwa dalam perkara pembunuhan Dian Milenia Trisna Afifa alias Nia, disuruh mengaku telah melakukan pembunuhan.
-
Saksi diberhentikan di depan SPBU Sei Temiang. Kemudian motornya ditinggalkan di SPBU tersebut. Dan selanjutnya, saksi berboncengan dengan seorang
-
"Saksi-saksi ini pernah dicegat juga oleh seorang laki-laki yang mirip dengan terdakwa,
-
Wajah pria itu saya tidak lihat jelas. Seingat saya alis matanya tebal. Saya cuma lihat sepatu dan jaket yang digunakan saja.
-
Noven (40) paman Nia atau adik dari Insah ibu korban, dihadirkan sebagai saksi oleh Jaksa Puntut Umum (JPU)
-
Bob hanya ditunjukan seorang anggota polisi soal kondisi anaknya melalui kamera
-
Samsir mengatakan dengan dikembalikan HP dan sepeda motor, berarti tidak dimasukan dalam barang bukti
-
Isnah, ibu almarhumah Dian Milenia Trisna Afifa alias Nia (16), baru mengetahui kalau anaknya meninggal dunia setelah membaca tulisan di ruang tamu.
-
Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam menolak eksepsi tim penasihat hukum (PH) dari terdakwa Wardiaman Zebua dalam perkara Dian Milenia.
-
"Dakwaan disusun dengan cermat dangan lengkap sesuai dengan ketentuan pasal 143 ayat (2) KUHAP,"kata JU Wawan Setiawan membacakan jawaban atas eksepsi
-
Bob Vages, ayah Dian Milenia Trisna Afiefa alias Nia menyaksikan jalannya persidangan terdakwa Wardiaman Zebua (WZ), di Pengadilan Negeri (PN) Batam.
-
"Akui saja bahwa kau adalah pembunuh di tempat ini (hutan Sei Ladi, red). Apabila kau tidak akui maka kau akan ditembak,"kata PH membacakan eksepsi.
-
Sidang lanjutan kedua Wardiaman Zebua alias WZ terdakwa pembunuhan Dian Melania Trisna Afiefa akan digelar hari ini, sekitar pukul 13.00 WIB.
-
Kita akan menolak semua tuduhan, seperti yang disampaikan klein kami, katanya