KALEIDOSKOP KEPRI 2015

Kaleidoskop 2015: Pejabat Pertamina Dibunuh, Mayatnya Dibuang di Rempang Barelang

Edy yang menjabat sebagai Senior Supervisor Penerimaan, Penimbunan dan Penyaluran TBBM Kabil itu ditemukan dengan kondisi yang mengenaskan

Kaleidoskop 2015: Pejabat Pertamina Dibunuh, Mayatnya Dibuang di Rempang Barelang
Tribun Batam
Raja Azmah tak kuasa melihat jenazah suaminya, Edy Juanda yang terbaring di kamar jenazah RSOB, Minggu (3/5/2015). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Pejabat Pertamina Terminal BBM Kabil, Batam, Edy Juanda (55), ditemukan tewas. Kuat dugaan Edy merupakan korban pembunuhan. Dimana Jenazahnya ditemukan warga di semak-semak di pinggir jalan area Jembatan Barelang 4, Rempang Cate, Minggu (3/5/2015) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB.

Edy yang menjabat sebagai Senior Supervisor Penerimaan, Penimbunan dan Penyaluran TBBM Kabil itu ditemukan dengan kondisi yang mengenaskan karena dalam kondisi tidak berpakaian, kecuali celana dalam.

Saat ditemukan, Edy dalam kondisi yang memprihatinkan. Seluruh pakaiannya dilucuti, kecuali celana dalam. Lehernya digorok dan kepalanya dibungkus kain sprei putih. Beberapa luka lebam juga tampak di bagian wajahnya.

Tak ada barang berharga yang tercecer di lokasi penemuan jenazah. Begitu juga mobil Toyota Avanza hitam yang digunakan Edy saat meninggalkjan rumah, Sabtu malam, belum diemukan. Mobil itu diduga dibawa kabur oleh pelaku.

Arifin, warga Galang yang pertama kali menemukan jenazah Edy mengaku terperanjat ketika matanya melihat sosok tubuh terbaring dengan posisi terlentang dekat semak belukar di tepi jalan kawasan Rempang Cate, sekitar pukul 07.00 WIB.

Arifin yang ingin pulang ke rumah langsung berhenti. Ketika diperiksa, pria itu sudah tak bernafas. Banyak bercak darah terlihat di sekitar leher lelaki tersebut. Selain hanya memakai celana dalam, kepala pria itu juga tertutup kain sprei putih.

Dengan kondisi ketakutan dan badan gemetaran, Arifin langsung bergegas menuju Kantor Polsek Galang untuk melaporkan kejadian itu. Tak lama kemudian warga pun berdatangan. "Badan saya gementar saat mengetahui itu, saya langsung lapor," katanya.

Kapolsek Galang, AKP Hippal Tua Sirait mengatakan, kasus penemuan jasad pria tersebut masih dalam penyelidikan. "Kasus ini masih didalami dulu," kata Hippal.

Kasat Reserse dan Kriminal Polresta Barelang, Komisaris Yoga Buanadipta Ilafi juga belum bisa berkomentar banyak. Selain perlu memeriksa keterangan saksi-saksi, polisi masih terus menyelidiki kemungkinan-kemungkinan yang ada.

Bertemu teman
Edy terakhir kali berpamitan kepada istrinya hendak bertemu teman pada Sabtu (2/5) malam pukul 22.00 WIB.

Setelah pergi dari rumah dinas Pertamina di kawasan Seraya, istrinya tak bisa menghubungi telepon seluler suaminnya. Kegusaran sang istri, Raja Azmah, akhirnya terjawab ketika petugas kepolisian Polsek Galang memberitahukan kejadian itu Minggu pagi.

Sekitar pukul 10.00 WIB, jenazah korban langsung dievakuasi ke RSBP Batam di Sekupang. Saat itulah keluarga Edy, termasuk Azmah, mengetahui cerita lengkap tentang penemuan mayat Edy yang mengalami kejadian tragis dinihari itu.

Tentu saja hal itu membuat Azmah syok. Ia berkali-kali pingsan. Saat bangun, ia memeluk suaminya sambil memanggil-manggil nama suaminya, "Bapak.. Bapak..." teriak Azmah di kamar jenazah RSBP Batam.

Dari hasil otopsi tim forensik dipastikan, Edy meninggal akibat tikaman senjata tajam di bagian leher bagian kiri. Namun mengenai motif, latar belakang pembunuhan, maupun pelakunya, hingga kini masih misteri. Jajaran Polresta Barelang masih mengusut kejadian tersebut.

Di sela-sela ratapannya, Azmah sempat mengungkapkan, suaminya pergi sendirian dari rumah mengendarai Toyota Avanza warna hitam bernomor polisi BP 1369 EI.

Meski sempat dilarang karena cuaca yang tidak begitu bersahabat, suaminya tetap pergi karena sudah janji dengan temannya.

Belum diketahui pasti siapa teman dan keperluan Edy malam itu. Beberapa jam kemudian, karena sang suami tak kunjung pulang, Azmah mencoba menghubungi, namun nomor telepon suaminya sudah tak aktif.

"Bapak bilang mau ketemu teman. Tapi setelah itu handphone mati. Hingga pagi saya tak bisa tidur," katanya.

Istri korban nampak lemas dan pucat. Beberapa kerabat memapahnya keluar dari kamar jenazah. Setelah itu, Azmah bersama kerabat lain menunggu proses otopsi.

Sang istri yang semakin lemas karena beberapa kali pingsan, kemudian dibawa ke musala yang ada di RSBP.

Dokter Ahli Forensik Polda Kepri dr Kompol Faizal enggan berkomentar panjang terkait hasil otopsi korban. Namun petugas rumah sakit menyatakan, luka di leher itulah yang mematikan.

"Ada luka tusukan di leher sebelah kiri," kata petugas tersebut. (Tribun Batam/wfa/bur/ayf)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved